Langsung ke konten utama

When I'm no longer here....


Aku masih disini, menelusuri denting detik dan waktu yang terus bergulir memakan hari.
Entahlah, aku ini bodoh atau terlalu merindumu. Aku hampir tidak sanggup membedakan, mana yang nyata dan mana yang kamuflase saja. Hanya rekahan senyuman semu yang berusaha aku tunjukan di celah hari-hariku bersama mereka. Namun, retakan dalam palung terdalam pun lama-lama tak tertahankah.

Aku masih bisa bertahan, saat banyak terbuka jalan, saat banyak yang datang dan kemudian singgah. Lalu, pergi begitu saja. Aku masih ingin bertahan, karena aku sadar, bukan seberapa banyak yang mencintai, tapi seberapa lama dia bertahan dalam keadaan yang tersulit sekalipun.

Pernah kamu berfikir? Seberapa kuat aku menahan? Tapi aku tak tahu mengapa, bahkan aku pun tidak bisa merasa sebal. Sejak awal, aku memang tidak bisa. Tahu tidak? Terkadang aku ingin sekali membalik apa yang sekarang sering kamu lakukan. Aku ingin kamu jadi aku, aku jadi kamu. Aaaahh keinginan konyol. Tapi, entah. Hati kecilku berkata "jangan". Karena cinta itu tentang ketulusan, bukan tentang bagaimana cara membalas kejahatan. Saat yang dikhawatirkan tidak memberi balasan, terkadang aku ingin sekali mengabaikan. Tapi, entah. Hati kecilku berkata "jangan". Karena cinta itu tentang memberi, namun tidak selalu harus mengaharap balasan.

Tapi, hey. Saat perhatian-perhatian kecil itu sudah mulai terabaikan secara perlahan. Banyak yang berfikir, "ah percuma, akan ku tinggalkan sajalah". Tapi.. aku bertahan. Mungkin ini sesuatu, semacam training untukku. Agar aku tidak terlalu bergantung, tidak terlalu kecanduan dengan hadirmu. Malah, ini bisa menjadi training melepaskanmu. Mungkin? Iya. Tapi aku hanya berharap, jangan ada penyesalan, yang kau akibatkan sendiri. Sekarang aku masih disini. Tapi ntah, Tuhan yang tau rencanya ini.

Satu setengah tahun yang lalu, dan aku masih disini. Pernahkah kamu berfikir?
#FIKSI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Career switch: A regret, no?

Setelah lebih dari dua tahun gue memutuskan untuk memulai karir pekerjaan dengan menjadi seorang SEO content writer, this month I'm officially signing out . Keputusan ini sebenarnya udah lama pengen gue buat, tapi banyak pertimbangan yang harus gue pikirin sebelum mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan gue.  Apakah gue menyesal untuk resign ? Nggak. Gue ngambil keputusan ini setelah melakukan diskusi yang matang dengan diri sendiri dan suami. Pengalaman selama bekerja ini sangat bermanfaat bagi gue yang awalnya buta dengan adanya job diversity yang ada di dunia ini, haha.  Gue pikir, pekerjaan itu ya sebatas di kantor atau yang punya titel profesi aja, contohnya dokter, dosen, perawat, petani, dsb. Ternyata setelah nyemplung disini, gue jadi tau kalau kita bisa dapat banyak kesempatan yang luas kalau kita bisa lihat peluang dan membuka mata lebar-lebar. Di tahun-tahun gue bekerja sebagai SEO content writer, pada akhirnya, gue menyadari bahwa ada yang hilang ...

Seputar Ilmu dan Teknologi Pangan (Food Science and Technology)

Assalamualaikum wr. wb. Hai bloggies! Ketemu lagi dengan saya di malam nan sendu dan syahdu habis ujan yang baru aja berhenti hehe. Nah, kali ini saya bakalan share sedikit nih tentang jurusan kuliah saya. Yap, Teknologi Hasil Pertanian program studi Ilmu dan Teknologi Pangan atau bahasa kerennya Food Science and Technology. Di tulisan ini, In shaa Allah saya akan share mengenai apa aja yang dipelajari di program studi ini, prospek ke depannya bagaimana, title yang didapat nanti apa dan masih banyak lagi. Saya niatin bikin tulisan ini udah lama banget tapi baru kesampaian sekarang karena alhamdulillah program studi ini peminatnya tiap tahun terus meningkat dan dicari! Wah, mantab kan? Yuk langsung aja kita bedah, Ilmu dan Teknologi Pangan! What is Food Science and Technology? Ilmu dan Teknologi Pangan atau dikenal dengan istilah Food Science and Technology mempunyai dua pengertian yang berbeda. Food science atau ilmu pangan adalah ilmu yang mempelajari tentang reaksi fisik...

Pilihan Terbaik

Aku punya banyak mimpi-mimpi yang hampir mustahil untuk aku tuliskan dalam selembar kertas. Tapi, kata orang...Mimpi itu harus ditulis. Soalnya, kalo nggak ditulis, nanti mimpi itu hanya tersimpan dalam angan. Sementara, kalau ditulis, mimpi itu akan selalu terlihat oleh mata. Kemudian, ia menjadi cambuk diri untuk terus semangat mewujudkan satu per satu darinya. Memang benar adanya. Aku mulai mencoba menulis satu per satu mimpiku di selembar kertas. Walau sifatnya short period , tapi aku tipikal yang saat ini mencoba untuk menulisnya dan menempel mimpi-mimpi yang aku tulis di kertas di dinding tepat di depan kasurku. Jadi, ketika aku bangun, aku akan selalu ingat bahwa mimpi-mimpiku itu menungguku untuk merealisasikannya. Singkat cerita, aku punya mimpi untuk menuntut ilmu di benua biru, yakni benua Eropa. Mimpi yang mustahil bagi sebagian orang, bukan? Namun untukku, mimpi itu masih bisa aku gapai. Kenapa? Karena banyak orang-orang disekitarku yang bisa meraihnya. Tentu saja deng...