Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label MY POETRIES :3

Karena Ku Tahu, Engkau Akan Segera Pergi

Aku tertunduk di tengah malam yang sendu Mendengar lantunan jarum jam yang terus menggerus waktu Bulan yang bersinar malu-malu Bersembunyi dibalik awan abu-abu Hati ini kian terasa pilu Mengingat hari demi hari berlalu Namun diri ini masih tersadar sering tertipu Tertipu oleh banyaknya waktu yang diberikan oleh Rabb-ku Menengok sekilas akan amalan-amalanku Seketika sesak di dada ketika aku tahu Amalan-amalan itu seakan tidak mampu Membawaku untuk menghadap Rabb-ku Kesempatan yang aku peroleh di depan mata Seperti terlewatkan dengan sia-sia Sepuluh hari terakhir yang penuh akan pahala-pahala surga Berlalu begitu saja Aku tak tahu apa kita akan berjumpa Berjumpa di lain kesempatan yang tak terduga Aku tak tahu apa kita masih bertemu Mungkin saja ini pertemuan terakhirku denganmu Karena aku tahu Engkau akan segera pergi Karena aku tahu Kehadiranmu seperti tak dihargai Maafkan aku telah menyianyiakanmu Seakan aku tak menghargai hadirmu Maafkan aku telah meng...

Ku Mohon Bersabarlah

Dalam menapaki jalan yang kau pilih ini Lika liku cobaan menanti Mencoba menggoyahkan hati dan sanubari Mengusik diri untuk kembali ke jalan yang tak di ridhoi Ditengah hiruk pikuk kenikmatan dunia yang ada Engkau mencoba menepisnya dengan doa Mengharap pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa Agar diri senantiasa taat kepada-Nya Duhai kamu yang sedang gundah gulana Jalan kebenaran tak semudah yang kamu kira Ribuan duri dan kerikil tajam menyambut di pelupuk mata Seakan siap melukai siapa saja yang berjalan diatasnya Duhai kamu yang merasa tersesat tak berarah Aku mohon kamu bersabarlah Perjalanan awal memang tak mudah Namun percayalah bahwa semua akan berakhir indah Duhai kamu yang merasa hina Aku mohon kamu tidak berputus asa Demi menempuh jalan hijrah untuk meraih ridho-Nya Hijrah yang dijanjikan berhadiah surga Duhai kamu yang bersedih hati Aku mohon kamu janganlah menyalahkan diri Memupuk rasa bersalah dalam hati Ingatlah bahwa Tuhanmu tiada meninggalkan hamba...

Aku Rindu Rumah

Jam dinding menunjukkan tepat pukul 3 pagi Dimana udara dingin menusuk diri Suasana yang tetap sepi Membuat hati semakin terasa sendiri Aku rindu Sungguh merindukan suasana riuh itu Kentongan dan anak-anak kecil berlarian Berteriak-teriak untuk sekedar membangunkan mereka yang terlelap Sungguh hati ini ngilu Ketika tersadar bukan sosok penuh senyum lagi yang membangunkanku Mempersiapkan segala sesuatu untukku Kini hanya deringan alarm handphone saja yang setia menemani setiap pagiku Rumah... Iya, aku merindu rumah Merindu segala kegiatan di dalamnya Merindu kehangatan yang tercipta Rumah... Iya, aku bahkan sesak mendengarnya Ketika ramadhan tanpa kehadiran keluarga Hanya aku sendiri menatap kosong meja di depan mata Aku ingin pulang Ingin segera pulang Menikmati atmosfer kehangatan cinta Dari kata manis bernama 'keluarga' Rindu telah menggebu Mengetuk-ngetuk hasratku Rasanya ingin sekali berkata "Aku akan segera pulang...." Oleh: Ca...

Keep Your Istiqomah, Ya Akhi.

Ya akhi Yang sedang bermunajat tenang di singgasana Duduk termenung di sudut sana Dengan kepala tertunduk nan dalam Namun lisan tak henti memuji nama-Nya Ya akhi Yang sedang berjuang melawan nafsunya Menentang arus keras godaan dunia Menahan setiap keinginan untuk berfoya-foya Memendam segala rasa yang mencoba menggoda untuk keluar dari jalan-Nya Ya akhi Yang berada pada jalan menuju kebaikan Mencoba meraih ridho Tuhan Semata hanya untuk menggapai kebahagiaan di alam setelah dunia Karena kau tau, dunia ini hanya sementara Ya akhi Ketahuilah bahwa engkau adalah makhluk pilihan Tuhanmu memilihmu berhijrah padanya Tuhanmu memenuhimu dengan berkah dan rahmat-Nya Rahmat yang begitu luas nan besar yang membuatmu kembali pada-Nya Ya akhi Tetaplah pada jalan yang engkau tapaki kini Yang mudah-mudahan dengan langkahmu ini, kau terselamatkan dari panasnya api Yang mudah-mudahan dengan keputusanmu ini, Allah menaikkan derajatmu lebih tinggi Yang semoga engkau tak per...

Duhai Ukhti...

Melihat kawan lain jalan berdua dengan ikhwan yang bukan mahramnya Bergandeng tangan, canda tawa ria seakan dunia milik berdua Sementara kita hanya bisa melihat dengan hati yang terluka Menyadari bahwa rupa tidak seelok dia Duhai ukhti... Sungguh rupa bukanlah hal yang utama Polesan kuas eyeshadow, blush on dan lipstick merah bukan jaminan rupa yang menarik mata Pun jua harta melimpah dunia yang fana Duhai ukhti... Sungguh harga dirimu jauh lebih berharga dibanding permata yang ada di dunia Kulit halus tubuhmu terlalu menawan bila rela dijamah oleh ikhwan sebelum adanya ikatan halal diatas janji suci pernikahan Hatimu terlalu istimewa jika kau biarkan siapapun untuk singgah didalamnya Duhai ukhti... Yang sedang berusaha keras menjaga hati Dari terpaan dan godaan cinta para lelaki Yang sedang bertahan sekuat hati menahan siksa perasaan Demi mendapatkan ridho Sang Ilahi Duhai ukhti.... Semoga engkau terus bersabar dalam penantian panjang ini Seiring dengan perbaikan di...

Pelabuhan Hati

  Pilihkan aku seseorang Yang mencintaiMu hingga buta MenyayangiMu tanpa batas MengasihiMu tanpa meminta balas Pilihkan aku seseorang Yang serahkan jiwanya untukMu Teteskan air matanya dalam sujud dihadapMu Berikan raganya untuk tak henti bersimpuh padaMu Pilihkan aku seseorang Yang Kau pilih dari sisiMu Yang Kau tulis di Lauhul MahfudzMu Yang Kau tunjuk menjadi imam terbaik untukku Pilihkan aku seseorang Yang bersamanya akan kuarungi suka dan duka Bersamanya kulewati segala canda dan tangis berdua Dengannya iman dan istiqomah akan terus tertuju pada Sang Pencipta Satukan hati ini dengan seseorang Dimana hati akan damai jika berada disampingnya Jiwa akan terasa sejuk bersamanya Saling berbagi indahnya cinta yang diberikan oleh Sang Maha Kuasa Satukan hati ini dengan seseorang Yang padanya hamba akan mengabdi Yang dengannya hamba akan berjanji setia sehidup semati Dan padanya hamba jatuhkan pilihan untuk menjadi pelabuhan terakhir hati ini Duhai cal...

Unreachable

Jumpa awal yang tak terduga Seperti sesuatu yang secara tiba-tiba merasuk dalam sukma Aku merasa sosok indah hadir di dalamnya Diam, keras, dan membeku begitu saja Bola mata yang mencerminkan wajahku ketika aku menatapnya Tetapi aku selalu memalingkan muka Takut akan dosa-dosa yang disebabkan maksiat mata Terlebih akan sosoknya yang terlihat sempurna Tetapi, sungguh tak disangka Awalnya aku mengira kita sama Tetapi entahlah, suratan takdir tak seirama Kudapatkan sebuah kenyataan pahit yang nyata Iya, kita berbeda Berbeda dalam segalanya Cara kita memandang Tuhan dan ajaran-Nya Cara kita berdoa dan memohon pada-Nya tidaklah sama Seperti menatap lautan yang biru Membeku seiring tetesan airmata pilu Mencoba menerima takdir dalam tangisan semu Aku menerima bahwa kita tidak akan pernah bersatu Cukuplah doa indah untukmu Yang selalu aku selipkan dalam setiap ibadahku Cukuplah rindu yang tersampaikan lewat waktu Yang selalu aku rasakan dalam malamku Penulis : Ca...

Allah and His Prophet have taught me everything....

As the time goes by.. I know people change As the time goes by.. I know something will go away As the time goes by.. I know I lost one thing which is so important, before As the time goes by.. I've learned how to live this hard life Maybe you think I'm too much Maybe you judge me because what I write seems so fake Maybe you see me from my weaknesses Maybe you know me by seeing my face or attitudes I don't even care what you've said I don't even care if you judge on me I don't even care you blame me I don't even care if you betray me Because I know Allah is with the patient Because I know He will not hurt me Because I know if He knows me more than anyone does Because I know He is the only one who understand me so well And Muhammad taught me everything And Muhammad taught me to keep the patience And Muhammad taught me to keep smiling while I am hurting And Muhammad taught me to keep my Imaan and never give up to face my problem I to...

Bisikan doa ditengah malam (A prayer in midnight)

Ya Allah.. Tuhanku yang Maha Agung Jikalau Engkau tidak mengizinkan ini untuk berlanjut Maka bantulah aku dengan segenap rasa kasih-Mu Bantu aku untuk membuatku terbiasa Membuat wajahnya terlihat biasa saja di netraku Membuat suaranya terlihat biasa saja di telingaku Membuat namanya biasa saja dalam pikiranku Ya Allah.. Tuhanku yang Maha Mengetahui Aku percaya, Engkau mengetahui apa yang aku tidak ketahui Aku percaya, dibalik ini Engkau telah menyembunyikan sesuatu Sesuatu yang amat baik bagiku jika aku melepaskan Dan amat buruk bagiku jika aku bertahan Aku selalu percaya kepada semua yang telah Engkau rencanakan Aku selalu percaya dengan semua pertimbangan sempurna-Mu Untuk setiap langkah dalam hidupku Ya Allah.. Tuhanku yang Maha Mendengar Terimakasih telah bersedia mendengar semua keluh kesahku Terimakasih karena Engkau tidak pernah sedikitpun meninggalkanku Terimakasih atas sebuah kebenaran yang Engkau tunjukkan kepadaku Terimakasih untuk panggilan-Mu agar aku ...

Poetry : Wars in The Middle East

  Thump of bombs broke the silence of the night Force the childrens wake up in midnight And seeing the worst thing they ever see Military shoot their parents in front of their eyes Blood is everywhere Suddenly the tears falling down Heart feels like cut And the knees weak to stay standing up Fighters, one by one falling Prayers endlessly spoken For those who have died In defense of His religion Prayers never stop For those who are still in struggling For those who are never give up For those who are standing wave the flag of Islam No matter how small their lives at stake They survive above ground hot -blooded By holding the stones They calling الله أكبر for ALLAH's religion.  Against the Zionists and opponents of Islamic sharia They believe that Allah always be there for them They believe that Allah will always by their side They believe that Allah would be shaded them by His mercy  Oh.. My brothers  I just can pray f...

Pahatan Dosa Diatas Janji

Suara merdu sayap berterbangan Diatas lekukan kapas Mengganggu sukma yang sedang tenang Melewati mimpi-mimpi sesaat Angin menggoda daun Memaksa untuk berbisik lirih Tangan-Mu menyentuh hati Untuk sekedar menepati janji Hampa menerpa dan bertanya "Pantaskah aku pinta pada-Nya?" Seiring dengan lukisan buram yang aku toreh Diatas anugerah dinding kehidupan Lika liku pahatan diatas seonggok kayu Seakan menjadi saksi bisu Membungkam celah dusta Rahasia mengelupas diantara serat-seratnya Mata-Mu melirik setiap desah nafasku Tertegun melihat isi kotak itu Miris dan pilu saat Kau tahu Kekosongan hidup yang menghatuiku Hitam putih mulai menutup bayangan lampu Memantul indah dalam semu Detik pun mulai memanggil untuk kembali keperaduan waktu Kelopak indah perlahan layu Rapuh diantara lentiknya duri-duri hitam itu "Tuhan, Inikah saatku kembali pada-Mu?"

Blowing in the breath of evening prayer [ Poetry English Version :) ]

If breath of wind Forced to fondle moon Dear lover Will you survive in solitude ? Drops of water began to sweep the sky Rays from dark reddish sag couplet longing for your presence Say hello to me instantly when tired Excerpt I said a prayer in the evening Somehow , I feel sinful creature weak knees before him Is this what I as a human being as fragile ? bestowed perfection unable to avoid all artificiality and desire will your presence every heartbeat Oh , My Lord the Greatest By: Casilda Aulia R.

Kamuflase Kertas Perak

Terdorong oleh waktu Mereka berlarian menembus hamparan embun Menyeruak dari celah celah kesempatan Cahaya mentari yang mulai mengintip melalui lorong-lorong asa Dentang-dentang jarum terdengar menggetarkan jiwa Tatkala sengatan mulai berapi Kemudian esok badan itu Mulai berdiri tegak kokoh bagai dinding besi kuat tak berkarat Cakrawala senja terhampar dilangit Merah merona dari cahaya sang surya yang mulai menenggelamkan diri Mereka datang dan kembali kedalam sarang Meletakkan sejuta peluh dan teriakan jiwa Aku menerka "Inikah bahagia?" Bergumam dalam sepi dan tak seorangpun menyadari Waktu itupun meronta, sungguh kejam Jarum bergeser mulai mecambuk detik Kearah depanlah mereka menuju Anak kecil dan wanita yang menunggu Terkadang terabaikan oleh kumpulan huruf-huruf diatas kertas Tak kuasa menunggu malam Hingga lelap menggelitik mata Secercah harap untuk perhatian pun, bagaikan sebuah kerinduan Kelabu, fatamorgana hidup Sejenak mengais buih-buih...

Abu-abu Dalam Jahitan Waktu

Ku hempaskan kedua tanganmu Kau membaringkanku diantara kedua pandanganmu Ku ucap rasa penasaranku, "Akankah jarum itu mengubah arahnya?” Lamunan itu mulai merenggut jiwaku Goresan ini mulai terpampang jelas dalam sajak kumal Yang mulai meronta tanpa arah panah yang jelas Kuberusaha menatap fatamorgana kehidupan Seiring jarum-jarum yang terus menjahit waktu Abu-abu dalam jiwa yang terhempas Semua klise dan tak berbekas Namun senyuman sang surya Yang terlukis indah diatas cakrawala Seakan ingin memisahkanku Dari cumbuan dengan ratapanku Beliau telah menuliskan cerita hidupku Gelombang yang terjal dan kejam Sungai indah yang mengalir Atau bahkan hamparan padang pasir yang panas Bagaimana aku tidak bisa melihat Sebuah pelangi yang Ia ciptakan Dibalik kekejaman waktu? Kau Tuhan Yang Maha Esa By: Mr.T and Casilda

Terjaga Dalam Tatapan Kosong

Cuaca Senja ini lumayan cerah Tatkala cakrawala barat pun tak begitu indah bermandikan warna Merona tanpa tarian butiran air yang mempercepat kelam, Tuk ungkapkan teriakan intuisi jiwaku   Saat itulah aku mulai memandang Hamparan senja merah yang terbentang diatas cakrawala Burung-burung terbang pulang Seakan tau sekarang tiba saatnya mentari bergegas menenggelamkan diri di ufuk barat Imajiku mulai melayang Tatkala ku mengingat sebuah romantisme sesaat Bercumbu dengan waktu Hingga lupa akan kodratku Hentilah goresan tinta tanpa warna dan aksara Ku mulai mengerti jawaban dari filsafat lalu Ku luapkan ilmu tatkala senja berkamuflase menjadi hitam kelam Ku bersembunyi di balik kenyataan semu Warna itu membutakan sepasang bola mataku Ku mulai berpikir hembusan nafas ini hanya tertuju pada-Nya Allah tuhan semesta alam By : Mr.T & Casilda