Langsung ke konten utama

Hello best! How are you?

Akhir-akhir ini, kesibukan terlalu memakan waktu begitu cepat. Hingga akhir hari, mata pun terlelap. Ujian-ujian yang datang, berlalu lalang, menghabiskan sisa-sisa kebersamaan. Aku merindukan hal kecil yang dinamakan, persahabatan.

Ketika aku mulai terabaikan, aku hanya bisa merelakan. Karena hati pun tak sanggup untuk menentang, menyimpan amarah bahkan dendam terhadap sahabat. Entahlah, rasa sayang itu membunuh semua penyakit hati ini. Wajar mungkin, apabila aku merindukan kedekatan selayaknya satu tahun yang lalu. Tapi aku tahu, itu dulu. Sebelum semua rutinitas menghapus waktu.

Aku rindu. Tapi aku tutup semua itu dengan senyumanku. Aku hanya tidak ingin menampakkan sepiku diantara keramaian dan tawa disela-sela hariku. Cukup aku dan hatiku yang merasakan. Jika aku turuti keegoisanku, mungkin aku juga ingin membalik ini. Dan ingin kamu merasa apa yang aku rasa sahabat. Tapi, aku tidak ingin kamu merasakan hal yang sama, karena aku tahu rasanya berada di posisi yang salah. Serba salah lebih tepatnya.

Sahabat, mungkin aku terdengar berlebihan. Tapi ini hatiku, aku merindukan kebersamaan kita, aku sangat merindukan itu. Terkadang, aku bertanya "apa aku terlalu peduli?"
Terlalu peduli yang pada akhirnya menjadikanku terlalu rapuh. Aneh memang. Aku tidak pernah sebelumnya seperti ini, seperti batu karang, kokoh diluar, lapuk didalam.

Aku ingin diingat sebagai seseorang yang selalu ada. Bukan yang mengada-ada.
Memendam, dan berbisik dalam doa adalah salah satu caraku untuk terus mengingatkanmu, menyayangimu, walaupun tak terucap oleh kata-kata, karena yang terpenting bukanlah sebuah kata, tapi sebuah makna yang terkandung didalam rasa.

Hai sahabat! I wanna be the one who accompany you through this, 'til you have succeeded. Even though, maybe someday you are gonna forget me, but the memories will never end. Our friendship will be immortal, ever after.


Sincerely




Casilda Aulia R.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Career switch: A regret, no?

Setelah lebih dari dua tahun gue memutuskan untuk memulai karir pekerjaan dengan menjadi seorang SEO content writer, this month I'm officially signing out . Keputusan ini sebenarnya udah lama pengen gue buat, tapi banyak pertimbangan yang harus gue pikirin sebelum mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan gue.  Apakah gue menyesal untuk resign ? Nggak. Gue ngambil keputusan ini setelah melakukan diskusi yang matang dengan diri sendiri dan suami. Pengalaman selama bekerja ini sangat bermanfaat bagi gue yang awalnya buta dengan adanya job diversity yang ada di dunia ini, haha.  Gue pikir, pekerjaan itu ya sebatas di kantor atau yang punya titel profesi aja, contohnya dokter, dosen, perawat, petani, dsb. Ternyata setelah nyemplung disini, gue jadi tau kalau kita bisa dapat banyak kesempatan yang luas kalau kita bisa lihat peluang dan membuka mata lebar-lebar. Di tahun-tahun gue bekerja sebagai SEO content writer, pada akhirnya, gue menyadari bahwa ada yang hilang ...

Seputar Ilmu dan Teknologi Pangan (Food Science and Technology)

Assalamualaikum wr. wb. Hai bloggies! Ketemu lagi dengan saya di malam nan sendu dan syahdu habis ujan yang baru aja berhenti hehe. Nah, kali ini saya bakalan share sedikit nih tentang jurusan kuliah saya. Yap, Teknologi Hasil Pertanian program studi Ilmu dan Teknologi Pangan atau bahasa kerennya Food Science and Technology. Di tulisan ini, In shaa Allah saya akan share mengenai apa aja yang dipelajari di program studi ini, prospek ke depannya bagaimana, title yang didapat nanti apa dan masih banyak lagi. Saya niatin bikin tulisan ini udah lama banget tapi baru kesampaian sekarang karena alhamdulillah program studi ini peminatnya tiap tahun terus meningkat dan dicari! Wah, mantab kan? Yuk langsung aja kita bedah, Ilmu dan Teknologi Pangan! What is Food Science and Technology? Ilmu dan Teknologi Pangan atau dikenal dengan istilah Food Science and Technology mempunyai dua pengertian yang berbeda. Food science atau ilmu pangan adalah ilmu yang mempelajari tentang reaksi fisik...

Pilihan Terbaik

Aku punya banyak mimpi-mimpi yang hampir mustahil untuk aku tuliskan dalam selembar kertas. Tapi, kata orang...Mimpi itu harus ditulis. Soalnya, kalo nggak ditulis, nanti mimpi itu hanya tersimpan dalam angan. Sementara, kalau ditulis, mimpi itu akan selalu terlihat oleh mata. Kemudian, ia menjadi cambuk diri untuk terus semangat mewujudkan satu per satu darinya. Memang benar adanya. Aku mulai mencoba menulis satu per satu mimpiku di selembar kertas. Walau sifatnya short period , tapi aku tipikal yang saat ini mencoba untuk menulisnya dan menempel mimpi-mimpi yang aku tulis di kertas di dinding tepat di depan kasurku. Jadi, ketika aku bangun, aku akan selalu ingat bahwa mimpi-mimpiku itu menungguku untuk merealisasikannya. Singkat cerita, aku punya mimpi untuk menuntut ilmu di benua biru, yakni benua Eropa. Mimpi yang mustahil bagi sebagian orang, bukan? Namun untukku, mimpi itu masih bisa aku gapai. Kenapa? Karena banyak orang-orang disekitarku yang bisa meraihnya. Tentu saja deng...