Langsung ke konten utama

Gelas kosong tak bertuan.

Aneh rasanya saat aku membuka kembali memori kecil kisahku, saat aku mulai suka kepada seorang laki-laki dan semua yang aku beri tidak berbuah manis seperti mangga yang diberi karbit. Lucu rasanya saat aku membaca kembali tulisan-tulisan konyol yang membuat perutku seperti dikocok malam ini. Bahasa-bahasa cinta yang oh my God, itu sama sekali tak terbayang jikalau aku bisa menulis sepuitis itu. Haha, memang benar kata orang : "Saat kamu dalam kondisi galau, malah saat itu pula kamu lebih kreatif dari biasanya". Well, percaya nggak percaya sih. Tapi, aku sudah membuktikan, hihi.

Apalagi saat membaca bagian cerita yang terkesan mendramatisir keadaan, padahal sebenarnya nggak separah itu, haha. Kejadian saat lost contact misalnya, saat aku mulai tertarik dengan yang lain, saat aku menahan perasaan selama dua tahun lamanya tanpa ada yang mengetahui, kecuali Allah. Hihi, sekarang semua seperti gelas kosong. Hilang begitu saja. Lenyap tak berbekas, rasa yang tak bertuan. Tak bertuan, ngg maksudnya adalah tidak ada rasa yang se-spesial dulu lagi. Sudah seperti gelas kosong. Dulu, jaman dulu saat alay-alaynya, gelas itu seakan terisi penuh bahkan sampai tumpah airnya. Haha. Iya jaman dulu, jaman dimana aku tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang pura-pura benar.

Tulisan-tulisan yang aku ketik dalam keadaan galau dulu, kubaca lagi malam ini dengan tertawa kecil. Mengingat betapa konyolnya aku, betapa bodohnya, betapa munafiknya membohongi perasaan dan orang lain yang bertanya tentang perasaan itu. Yah, setidaknya sekarang aku bersyukur, rasa itu tidak kebablasan. Gelas penuh berisi perasaan itu telah dibuang, diminum oleh akar-akar tanaman didepan rumahku. Setidaknya, perasaan itu bermanfaat untuk tanaman didepan rumahku. At least kan? Hihi. Yasudah sekian dulu comelan malam ini. Nantikan comelan selanjutnya hanya di MY LIFE, MY WAY, AND MY STORY. Thank you for reading (if you read LOL).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Career switch: A regret, no?

Setelah lebih dari dua tahun gue memutuskan untuk memulai karir pekerjaan dengan menjadi seorang SEO content writer, this month I'm officially signing out . Keputusan ini sebenarnya udah lama pengen gue buat, tapi banyak pertimbangan yang harus gue pikirin sebelum mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan gue.  Apakah gue menyesal untuk resign ? Nggak. Gue ngambil keputusan ini setelah melakukan diskusi yang matang dengan diri sendiri dan suami. Pengalaman selama bekerja ini sangat bermanfaat bagi gue yang awalnya buta dengan adanya job diversity yang ada di dunia ini, haha.  Gue pikir, pekerjaan itu ya sebatas di kantor atau yang punya titel profesi aja, contohnya dokter, dosen, perawat, petani, dsb. Ternyata setelah nyemplung disini, gue jadi tau kalau kita bisa dapat banyak kesempatan yang luas kalau kita bisa lihat peluang dan membuka mata lebar-lebar. Di tahun-tahun gue bekerja sebagai SEO content writer, pada akhirnya, gue menyadari bahwa ada yang hilang ...

Seputar Ilmu dan Teknologi Pangan (Food Science and Technology)

Assalamualaikum wr. wb. Hai bloggies! Ketemu lagi dengan saya di malam nan sendu dan syahdu habis ujan yang baru aja berhenti hehe. Nah, kali ini saya bakalan share sedikit nih tentang jurusan kuliah saya. Yap, Teknologi Hasil Pertanian program studi Ilmu dan Teknologi Pangan atau bahasa kerennya Food Science and Technology. Di tulisan ini, In shaa Allah saya akan share mengenai apa aja yang dipelajari di program studi ini, prospek ke depannya bagaimana, title yang didapat nanti apa dan masih banyak lagi. Saya niatin bikin tulisan ini udah lama banget tapi baru kesampaian sekarang karena alhamdulillah program studi ini peminatnya tiap tahun terus meningkat dan dicari! Wah, mantab kan? Yuk langsung aja kita bedah, Ilmu dan Teknologi Pangan! What is Food Science and Technology? Ilmu dan Teknologi Pangan atau dikenal dengan istilah Food Science and Technology mempunyai dua pengertian yang berbeda. Food science atau ilmu pangan adalah ilmu yang mempelajari tentang reaksi fisik...

Pilihan Terbaik

Aku punya banyak mimpi-mimpi yang hampir mustahil untuk aku tuliskan dalam selembar kertas. Tapi, kata orang...Mimpi itu harus ditulis. Soalnya, kalo nggak ditulis, nanti mimpi itu hanya tersimpan dalam angan. Sementara, kalau ditulis, mimpi itu akan selalu terlihat oleh mata. Kemudian, ia menjadi cambuk diri untuk terus semangat mewujudkan satu per satu darinya. Memang benar adanya. Aku mulai mencoba menulis satu per satu mimpiku di selembar kertas. Walau sifatnya short period , tapi aku tipikal yang saat ini mencoba untuk menulisnya dan menempel mimpi-mimpi yang aku tulis di kertas di dinding tepat di depan kasurku. Jadi, ketika aku bangun, aku akan selalu ingat bahwa mimpi-mimpiku itu menungguku untuk merealisasikannya. Singkat cerita, aku punya mimpi untuk menuntut ilmu di benua biru, yakni benua Eropa. Mimpi yang mustahil bagi sebagian orang, bukan? Namun untukku, mimpi itu masih bisa aku gapai. Kenapa? Karena banyak orang-orang disekitarku yang bisa meraihnya. Tentu saja deng...