Langsung ke konten utama

Matahari 4 September 2014

Tepat 18 tahun yang lalu. Seorang Ibu, berjuang mati-matian mempertaruhkan nyawanya untukku.
Tepat 18 tahun yang lalu. Seorang Ibu hampir meregang nyawa hanya untuk lahirkan aku ke dunia.
Tepat 18 tahun yang lalu. Seorang Ibu menahan sakit yang luar biasa hanya untuk melihat putri kecilnya lahir di dunia.
Tepat 18 tahun yang lalu. Seorang Ibu tersenyum bahagia melihat buah hatinya terlahir dengan sempurna.

Waktu berlalu terlalu cepat untukku
Memakan sedikit demi sedikit usiaku
Menggerus kesempatan hidupku
Waktu pula yang memberiku sejuta misteri dalam kelabu

Tuhan.
Terimakasih aku ucapkan pada-Mu
Atas kesempatan yang masih Engkau percayakan padaku
Umur yang semakin menua ditelan waktu
Membuat aku semakin dekat dengan kematianku

Tuhan.
Sampai aku menginjak umurku yang ke 18 hari ini
Aku merasa aku belum berbakti
Mengabdi kepada-Mu dan negeri ini
Aku merasa tidak memberi sumbangsi

Tuhan.
Tahun ini begitu indah
Berkah yang Engkau berikan begitu melimpah
Kesempatan yang Engkau berikan untuk berkunjung ke rumah-Mu yang megah
Kesempatan yang Engkau berikan untuk bisa berkuliah

Tuhan.
Izinkan umur ini menjadi umur yang berkah
Izinkan umur ini menjadi umur yang membuatku menjadi semakin istiqomah
izinkan umur ini menjadi umur dengan rahmat-Mu yang melimpah
Izinkan umur ini menjadi umur yang mendorongku untuk terus melangkah

Tuhan.
Maafkan jika aku masih belum bisa jadi hamba-Mu yang taat
Maafkan jika aku pernah berbuat maksiat
Maafkan jika aku lalai dari taubat
Maafkan aku, Tuhan

Semoga di 18 tahun ini, aku bisa menjadi seseorang yang lebih istiqomah di jalan-Mu. Menjadi seseorang yang berbakti kepada kedua orang tua, agama, nusa dan bangsa. Terimakasih ya Allah :')

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Career switch: A regret, no?

Setelah lebih dari dua tahun gue memutuskan untuk memulai karir pekerjaan dengan menjadi seorang SEO content writer, this month I'm officially signing out . Keputusan ini sebenarnya udah lama pengen gue buat, tapi banyak pertimbangan yang harus gue pikirin sebelum mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan gue.  Apakah gue menyesal untuk resign ? Nggak. Gue ngambil keputusan ini setelah melakukan diskusi yang matang dengan diri sendiri dan suami. Pengalaman selama bekerja ini sangat bermanfaat bagi gue yang awalnya buta dengan adanya job diversity yang ada di dunia ini, haha.  Gue pikir, pekerjaan itu ya sebatas di kantor atau yang punya titel profesi aja, contohnya dokter, dosen, perawat, petani, dsb. Ternyata setelah nyemplung disini, gue jadi tau kalau kita bisa dapat banyak kesempatan yang luas kalau kita bisa lihat peluang dan membuka mata lebar-lebar. Di tahun-tahun gue bekerja sebagai SEO content writer, pada akhirnya, gue menyadari bahwa ada yang hilang ...

Seputar Ilmu dan Teknologi Pangan (Food Science and Technology)

Assalamualaikum wr. wb. Hai bloggies! Ketemu lagi dengan saya di malam nan sendu dan syahdu habis ujan yang baru aja berhenti hehe. Nah, kali ini saya bakalan share sedikit nih tentang jurusan kuliah saya. Yap, Teknologi Hasil Pertanian program studi Ilmu dan Teknologi Pangan atau bahasa kerennya Food Science and Technology. Di tulisan ini, In shaa Allah saya akan share mengenai apa aja yang dipelajari di program studi ini, prospek ke depannya bagaimana, title yang didapat nanti apa dan masih banyak lagi. Saya niatin bikin tulisan ini udah lama banget tapi baru kesampaian sekarang karena alhamdulillah program studi ini peminatnya tiap tahun terus meningkat dan dicari! Wah, mantab kan? Yuk langsung aja kita bedah, Ilmu dan Teknologi Pangan! What is Food Science and Technology? Ilmu dan Teknologi Pangan atau dikenal dengan istilah Food Science and Technology mempunyai dua pengertian yang berbeda. Food science atau ilmu pangan adalah ilmu yang mempelajari tentang reaksi fisik...

Pilihan Terbaik

Aku punya banyak mimpi-mimpi yang hampir mustahil untuk aku tuliskan dalam selembar kertas. Tapi, kata orang...Mimpi itu harus ditulis. Soalnya, kalo nggak ditulis, nanti mimpi itu hanya tersimpan dalam angan. Sementara, kalau ditulis, mimpi itu akan selalu terlihat oleh mata. Kemudian, ia menjadi cambuk diri untuk terus semangat mewujudkan satu per satu darinya. Memang benar adanya. Aku mulai mencoba menulis satu per satu mimpiku di selembar kertas. Walau sifatnya short period , tapi aku tipikal yang saat ini mencoba untuk menulisnya dan menempel mimpi-mimpi yang aku tulis di kertas di dinding tepat di depan kasurku. Jadi, ketika aku bangun, aku akan selalu ingat bahwa mimpi-mimpiku itu menungguku untuk merealisasikannya. Singkat cerita, aku punya mimpi untuk menuntut ilmu di benua biru, yakni benua Eropa. Mimpi yang mustahil bagi sebagian orang, bukan? Namun untukku, mimpi itu masih bisa aku gapai. Kenapa? Karena banyak orang-orang disekitarku yang bisa meraihnya. Tentu saja deng...