Langsung ke konten utama

Unreachable

Jumpa awal yang tak terduga
Seperti sesuatu yang secara tiba-tiba merasuk dalam sukma
Aku merasa sosok indah hadir di dalamnya
Diam, keras, dan membeku begitu saja

Bola mata yang mencerminkan wajahku ketika aku menatapnya
Tetapi aku selalu memalingkan muka
Takut akan dosa-dosa yang disebabkan maksiat mata
Terlebih akan sosoknya yang terlihat sempurna

Tetapi, sungguh tak disangka
Awalnya aku mengira kita sama
Tetapi entahlah, suratan takdir tak seirama
Kudapatkan sebuah kenyataan pahit yang nyata

Iya, kita berbeda
Berbeda dalam segalanya
Cara kita memandang Tuhan dan ajaran-Nya
Cara kita berdoa dan memohon pada-Nya tidaklah sama

Seperti menatap lautan yang biru
Membeku seiring tetesan airmata pilu
Mencoba menerima takdir dalam tangisan semu
Aku menerima bahwa kita tidak akan pernah bersatu

Cukuplah doa indah untukmu
Yang selalu aku selipkan dalam setiap ibadahku
Cukuplah rindu yang tersampaikan lewat waktu
Yang selalu aku rasakan dalam malamku


Penulis : Casilda Aulia Rakhmadina
Puisi Fiksi ini saya tulis untuk kalian yang mempunyai hubungan dengan seseorang yang mempunyai keyakinan yang berbeda. Puisi ini terinspirasi dari seorang teman yang memiliki kisah seperti yang saya tulis di dalam puisi ini. Selamat menikmati!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Career switch: A regret, no?

Setelah lebih dari dua tahun gue memutuskan untuk memulai karir pekerjaan dengan menjadi seorang SEO content writer, this month I'm officially signing out . Keputusan ini sebenarnya udah lama pengen gue buat, tapi banyak pertimbangan yang harus gue pikirin sebelum mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan gue.  Apakah gue menyesal untuk resign ? Nggak. Gue ngambil keputusan ini setelah melakukan diskusi yang matang dengan diri sendiri dan suami. Pengalaman selama bekerja ini sangat bermanfaat bagi gue yang awalnya buta dengan adanya job diversity yang ada di dunia ini, haha.  Gue pikir, pekerjaan itu ya sebatas di kantor atau yang punya titel profesi aja, contohnya dokter, dosen, perawat, petani, dsb. Ternyata setelah nyemplung disini, gue jadi tau kalau kita bisa dapat banyak kesempatan yang luas kalau kita bisa lihat peluang dan membuka mata lebar-lebar. Di tahun-tahun gue bekerja sebagai SEO content writer, pada akhirnya, gue menyadari bahwa ada yang hilang ...

Seputar Ilmu dan Teknologi Pangan (Food Science and Technology)

Assalamualaikum wr. wb. Hai bloggies! Ketemu lagi dengan saya di malam nan sendu dan syahdu habis ujan yang baru aja berhenti hehe. Nah, kali ini saya bakalan share sedikit nih tentang jurusan kuliah saya. Yap, Teknologi Hasil Pertanian program studi Ilmu dan Teknologi Pangan atau bahasa kerennya Food Science and Technology. Di tulisan ini, In shaa Allah saya akan share mengenai apa aja yang dipelajari di program studi ini, prospek ke depannya bagaimana, title yang didapat nanti apa dan masih banyak lagi. Saya niatin bikin tulisan ini udah lama banget tapi baru kesampaian sekarang karena alhamdulillah program studi ini peminatnya tiap tahun terus meningkat dan dicari! Wah, mantab kan? Yuk langsung aja kita bedah, Ilmu dan Teknologi Pangan! What is Food Science and Technology? Ilmu dan Teknologi Pangan atau dikenal dengan istilah Food Science and Technology mempunyai dua pengertian yang berbeda. Food science atau ilmu pangan adalah ilmu yang mempelajari tentang reaksi fisik...

Pilihan Terbaik

Aku punya banyak mimpi-mimpi yang hampir mustahil untuk aku tuliskan dalam selembar kertas. Tapi, kata orang...Mimpi itu harus ditulis. Soalnya, kalo nggak ditulis, nanti mimpi itu hanya tersimpan dalam angan. Sementara, kalau ditulis, mimpi itu akan selalu terlihat oleh mata. Kemudian, ia menjadi cambuk diri untuk terus semangat mewujudkan satu per satu darinya. Memang benar adanya. Aku mulai mencoba menulis satu per satu mimpiku di selembar kertas. Walau sifatnya short period , tapi aku tipikal yang saat ini mencoba untuk menulisnya dan menempel mimpi-mimpi yang aku tulis di kertas di dinding tepat di depan kasurku. Jadi, ketika aku bangun, aku akan selalu ingat bahwa mimpi-mimpiku itu menungguku untuk merealisasikannya. Singkat cerita, aku punya mimpi untuk menuntut ilmu di benua biru, yakni benua Eropa. Mimpi yang mustahil bagi sebagian orang, bukan? Namun untukku, mimpi itu masih bisa aku gapai. Kenapa? Karena banyak orang-orang disekitarku yang bisa meraihnya. Tentu saja deng...