Langsung ke konten utama

Duhai Ukhti...

Melihat kawan lain jalan berdua dengan ikhwan yang bukan mahramnya
Bergandeng tangan, canda tawa ria seakan dunia milik berdua
Sementara kita hanya bisa melihat dengan hati yang terluka
Menyadari bahwa rupa tidak seelok dia

Duhai ukhti...
Sungguh rupa bukanlah hal yang utama
Polesan kuas eyeshadow, blush on dan lipstick merah bukan jaminan rupa yang menarik mata
Pun jua harta melimpah dunia yang fana

Duhai ukhti...
Sungguh harga dirimu jauh lebih berharga dibanding permata yang ada di dunia
Kulit halus tubuhmu terlalu menawan bila rela dijamah oleh ikhwan sebelum adanya ikatan halal diatas janji suci pernikahan
Hatimu terlalu istimewa jika kau biarkan siapapun untuk singgah didalamnya

Duhai ukhti...
Yang sedang berusaha keras menjaga hati
Dari terpaan dan godaan cinta para lelaki
Yang sedang bertahan sekuat hati menahan siksa perasaan
Demi mendapatkan ridho Sang Ilahi

Duhai ukhti....
Semoga engkau terus bersabar dalam penantian panjang ini
Seiring dengan perbaikan diri yang engkau jalani
Istiqomah yang engkau coba lakukan dan akan engkau persembahkan kepada seseorang spesial pilihan-Nya yang entah kapan akan dikirimkan padamu
Seseorang pilihan yang saat ini juga menjaga hatinya untukmu

Duhai ukhti...
Jangan pernah ragukan janji Allah akan jodohmu nanti
Karena tulang rusuk tak akan pernah tertukar dengan yang lain
Dan pasti suatu hari nanti, tulang itu akan kembali pada pemiliknya yang hakiki
Pemilik yang kau selipkan namanya dalam doa-doa malammu

Duhai ukhti...
Simpan rasamu hanya untuk engkau dan Tuhanmu saja
Curahkan segala resah hatimu kepada Sang Pemilik hati manusia
Agar saat apa yang kau ingin tak kau dapatkan jua
Hatimu tak terpatahkan karena kecewa

Duhai ukhti...
Percayalah akan janji Tuhanmu
Jika engkau tetap berada di jalanNya seperti ini
Maka percayalah, jodohmu tengah melakukan hal yang sama
Memperbaiki dirinya hanya untukmu, premaisuri hatinya kelak

Duhai ukhti...
Percayalah akan janji Tuhanmu
Jika pria yang baik untuk wanita yang baik
Teruslah dalam perbaikan diri seiring dengan penantian ini
Karena kelak, duhai ukhti... engkau akan menjadi seseorang paling mulia di dunia, yang akan menjadi panutan dan teladan bagi anak-anakmu dan menjadi kebanggan mereka

Duhai ukhti...
Simpan hati yang dititipkan Tuhan padamu
Jangan sampai ia berkarat sebelum memerah
Jangan sampai segel itu terbuka sebelum waktunya
Jaga dan rawatlah pemberian indah Tuhanmu yang tak dimiliki makhlukNya yang lain

Duhai ukhti...
Semoga engkau dan dia tetap beristiqomah di jalanNya
Demi mengharap pahala dan ridhoNya
Sehingga pada suatu hari yang suci nanti
Engkau dan dia dipertemukan pada janji suci, sehidup semati♥

Oleh: Casilda Aulia Rakhmadina

Komentar