Langsung ke konten utama

Dibawah Atap yang Sama

Teruntuk kamu yang membuatku tertunduk
Melihatmu merendah dihadapan Allah
Ketaatan yang menyelimuti hatimu
Semakin membuatku tersadar
Tak aku pungkiri
Aku mengagumimu

Bukan karena tampan wajahmu
Atau karena raga yang fana
Bahkan sekedar suara yang menggema
Tapi sujudmu dihadapan Tuhanmu
Membuatku tertegun dalam sendu
Iya, aku mengangumimu

Matahari pukul delapan pagi
Untuk kesekian kali kau disini
Dibawah atap yang sama denganku
Namun dibatasi oleh sekat pemisah
Antara ikhwan dan akhwat
Sekali lagi, aku mengagumimu

Masjid itu akan selalu menjadi tempat untukmu
Bernaung dibawah atap untuk menyembah Tuhanmu
Sembah sujud tertuju pada Sang Pengatur Waktu
Yang telah mengatur pertemuang denganmu
Namun, sungguh aku takut untuk mengaku
Aku terlalu takut untuk mengagumimu

Aku tak mengenalmu
Bahkan mengetahui namamu saja, tidak
Yang aku tahu hanya caramu beribadah pada Tuhanmu
Yang selalu membuatku tertunduk malu
Merasa rendah dihadapan-Nya
Merasa tak pantas bila membayangkan bisa bersanding denganmu

Ikhwan yang selalu membuatku tertunduk
Hanya doa yang bisa aku tujukan padamu
Semoga Allah akan memberimu seorang muslimah
Yang menjaga hatimu
Menjaga raga dan istiqomahmu
Sehingga suatu hari nanti
Aku akan melihatmu tersenyum bahagia bersama kekasih hidupmu, Ikhwan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Career switch: A regret, no?

Setelah lebih dari dua tahun gue memutuskan untuk memulai karir pekerjaan dengan menjadi seorang SEO content writer, this month I'm officially signing out . Keputusan ini sebenarnya udah lama pengen gue buat, tapi banyak pertimbangan yang harus gue pikirin sebelum mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan gue.  Apakah gue menyesal untuk resign ? Nggak. Gue ngambil keputusan ini setelah melakukan diskusi yang matang dengan diri sendiri dan suami. Pengalaman selama bekerja ini sangat bermanfaat bagi gue yang awalnya buta dengan adanya job diversity yang ada di dunia ini, haha.  Gue pikir, pekerjaan itu ya sebatas di kantor atau yang punya titel profesi aja, contohnya dokter, dosen, perawat, petani, dsb. Ternyata setelah nyemplung disini, gue jadi tau kalau kita bisa dapat banyak kesempatan yang luas kalau kita bisa lihat peluang dan membuka mata lebar-lebar. Di tahun-tahun gue bekerja sebagai SEO content writer, pada akhirnya, gue menyadari bahwa ada yang hilang ...

Seputar Ilmu dan Teknologi Pangan (Food Science and Technology)

Assalamualaikum wr. wb. Hai bloggies! Ketemu lagi dengan saya di malam nan sendu dan syahdu habis ujan yang baru aja berhenti hehe. Nah, kali ini saya bakalan share sedikit nih tentang jurusan kuliah saya. Yap, Teknologi Hasil Pertanian program studi Ilmu dan Teknologi Pangan atau bahasa kerennya Food Science and Technology. Di tulisan ini, In shaa Allah saya akan share mengenai apa aja yang dipelajari di program studi ini, prospek ke depannya bagaimana, title yang didapat nanti apa dan masih banyak lagi. Saya niatin bikin tulisan ini udah lama banget tapi baru kesampaian sekarang karena alhamdulillah program studi ini peminatnya tiap tahun terus meningkat dan dicari! Wah, mantab kan? Yuk langsung aja kita bedah, Ilmu dan Teknologi Pangan! What is Food Science and Technology? Ilmu dan Teknologi Pangan atau dikenal dengan istilah Food Science and Technology mempunyai dua pengertian yang berbeda. Food science atau ilmu pangan adalah ilmu yang mempelajari tentang reaksi fisik...

Pilihan Terbaik

Aku punya banyak mimpi-mimpi yang hampir mustahil untuk aku tuliskan dalam selembar kertas. Tapi, kata orang...Mimpi itu harus ditulis. Soalnya, kalo nggak ditulis, nanti mimpi itu hanya tersimpan dalam angan. Sementara, kalau ditulis, mimpi itu akan selalu terlihat oleh mata. Kemudian, ia menjadi cambuk diri untuk terus semangat mewujudkan satu per satu darinya. Memang benar adanya. Aku mulai mencoba menulis satu per satu mimpiku di selembar kertas. Walau sifatnya short period , tapi aku tipikal yang saat ini mencoba untuk menulisnya dan menempel mimpi-mimpi yang aku tulis di kertas di dinding tepat di depan kasurku. Jadi, ketika aku bangun, aku akan selalu ingat bahwa mimpi-mimpiku itu menungguku untuk merealisasikannya. Singkat cerita, aku punya mimpi untuk menuntut ilmu di benua biru, yakni benua Eropa. Mimpi yang mustahil bagi sebagian orang, bukan? Namun untukku, mimpi itu masih bisa aku gapai. Kenapa? Karena banyak orang-orang disekitarku yang bisa meraihnya. Tentu saja deng...