Langsung ke konten utama

Berdamai Dengan Masa Lalu

Semua orang pasti memiliki masa lalu. Entah itu manis atau pahit. Ada orang yang bisa menerima dengan indah masa lalunya, menjadikan masa lalu mereka sebagai pelajaran kehidupan terbaik. Tapi ada juga orang yang menyelipkan secercah dendam dan amarah terhadap masa lalu yang telah mereka terima.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan masa lalu. Sebenci-bencinya kita terhadap masa lalu yang pernah kita lewati, kita tetap tidak bisa menghindar bahwa masa itu pernah kita nikmati. Malah, kita pernah begitu mencintai masa lalu kita bukan?

Wajar bila terkadang kita masih teringat sekelebat masa itu, apalagi masa lalu yang cenderung mempunyai refleksi negatif dalam pikiran kita. Nah, apalagi masa lalu itu tiba-tiba kembali ke hidup kita tanpa diundang. Pasti merasa sedikit canggung dan cenderung mengingat-ingat kejelekannya ya? Tidak apa-apa, itu sangatlah wajar. Tapi bukan berarti terus diingat lalu menjadi sebuah kebencian yang terus terpupuk dalam hati ya.

Berdamailah dengan masa lalumu, maka ia akan mengajarkanmu begitu banyak pelajaran hidup. Berdamailah dengan masa lalumu, maka kamu akan temukan dimana letak kekuranganmu.
Berdamailah dengan masa lalumu, bukan untuk terus menoleh kebelakang, tapi untuk diajarkan bagaiamana agar berhati-hati dalam melangkah ke depan.

Penulis : Casilda Aulia Rakhmadina

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Career switch: A regret, no?

Setelah lebih dari dua tahun gue memutuskan untuk memulai karir pekerjaan dengan menjadi seorang SEO content writer, this month I'm officially signing out . Keputusan ini sebenarnya udah lama pengen gue buat, tapi banyak pertimbangan yang harus gue pikirin sebelum mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan gue.  Apakah gue menyesal untuk resign ? Nggak. Gue ngambil keputusan ini setelah melakukan diskusi yang matang dengan diri sendiri dan suami. Pengalaman selama bekerja ini sangat bermanfaat bagi gue yang awalnya buta dengan adanya job diversity yang ada di dunia ini, haha.  Gue pikir, pekerjaan itu ya sebatas di kantor atau yang punya titel profesi aja, contohnya dokter, dosen, perawat, petani, dsb. Ternyata setelah nyemplung disini, gue jadi tau kalau kita bisa dapat banyak kesempatan yang luas kalau kita bisa lihat peluang dan membuka mata lebar-lebar. Di tahun-tahun gue bekerja sebagai SEO content writer, pada akhirnya, gue menyadari bahwa ada yang hilang ...

Seputar Ilmu dan Teknologi Pangan (Food Science and Technology)

Assalamualaikum wr. wb. Hai bloggies! Ketemu lagi dengan saya di malam nan sendu dan syahdu habis ujan yang baru aja berhenti hehe. Nah, kali ini saya bakalan share sedikit nih tentang jurusan kuliah saya. Yap, Teknologi Hasil Pertanian program studi Ilmu dan Teknologi Pangan atau bahasa kerennya Food Science and Technology. Di tulisan ini, In shaa Allah saya akan share mengenai apa aja yang dipelajari di program studi ini, prospek ke depannya bagaimana, title yang didapat nanti apa dan masih banyak lagi. Saya niatin bikin tulisan ini udah lama banget tapi baru kesampaian sekarang karena alhamdulillah program studi ini peminatnya tiap tahun terus meningkat dan dicari! Wah, mantab kan? Yuk langsung aja kita bedah, Ilmu dan Teknologi Pangan! What is Food Science and Technology? Ilmu dan Teknologi Pangan atau dikenal dengan istilah Food Science and Technology mempunyai dua pengertian yang berbeda. Food science atau ilmu pangan adalah ilmu yang mempelajari tentang reaksi fisik...

Pilihan Terbaik

Aku punya banyak mimpi-mimpi yang hampir mustahil untuk aku tuliskan dalam selembar kertas. Tapi, kata orang...Mimpi itu harus ditulis. Soalnya, kalo nggak ditulis, nanti mimpi itu hanya tersimpan dalam angan. Sementara, kalau ditulis, mimpi itu akan selalu terlihat oleh mata. Kemudian, ia menjadi cambuk diri untuk terus semangat mewujudkan satu per satu darinya. Memang benar adanya. Aku mulai mencoba menulis satu per satu mimpiku di selembar kertas. Walau sifatnya short period , tapi aku tipikal yang saat ini mencoba untuk menulisnya dan menempel mimpi-mimpi yang aku tulis di kertas di dinding tepat di depan kasurku. Jadi, ketika aku bangun, aku akan selalu ingat bahwa mimpi-mimpiku itu menungguku untuk merealisasikannya. Singkat cerita, aku punya mimpi untuk menuntut ilmu di benua biru, yakni benua Eropa. Mimpi yang mustahil bagi sebagian orang, bukan? Namun untukku, mimpi itu masih bisa aku gapai. Kenapa? Karena banyak orang-orang disekitarku yang bisa meraihnya. Tentu saja deng...