Langsung ke konten utama

A Letter from Your Daughter

Mungkin aku bukan seorang anak perempuan yang mudah merangkai kata-kata manis nan romantis seperti teman-teman perempuan lain kepada ibu mereka.
Aku juga bukan tipe anak perempuan yang bisa memberikan kado manis dan cantik, seperti bunga kepada Ibunya.
Aku akui, aku sama sekali bukan tipe anak perempuan yang romantis dan bisa dengan mudah menunjukkan rasa sayang dan cintanya kepada orang lain, termasuk Ibu. Sungguh, itu bukan aku.

Yang bisa aku lakukan hanyalah...
Mengirimkan doa terindah yang tidak pernah luput dari lisan ini untukmu
Menjadi seorang anak perempuan yang berbakti, setidaknya hingga sekarang aku masih terus memperbaiki baktiku, walaupun masih jauh dari kata sempurna
Mencoba memperbaiki diri agar kelak aku bisa menjadi saksi dihadapan-Nya bahwa engkau mendidikku sebagaimana yang Allah ajarkan dan sesuai dengan tuntunan Agama dan Al-Qur'an

Yang selalu aku doakan adalah agar kelak aku bukanlah menjadi penghalangmu menuju surga-Nya
Agar aku masih bisa bertemu denganmu dengan senyuman yang sama, bahkan lebih indah di surga-Nya
Semoga aku, puterimu, bisa menjadi seseorang yang memberikanmu satu tiket menuju rumah abadi, jannah Firdaus, aamiin.
Selamat Hari Ibu, Bu.


Your daughter


Casilda Aulia Rakhmadina

Komentar

  1. Terima kasih Kakak. Bagi Ibu, kalian berdua, kak Dina dan dik Reza tumbuh menjadi anak2 yg shaleh dan shalehah secara agama dan sosial adlh anugerah dan kado terindah yg diberikan Allah SWT. Terima kasih telah senantiasa memanjatkan do'a utk Ayah n Ibu. Semoga kalian berdua senantiasa menjadi 'cahaya' utk kami dan semoga kelak Allah SWT menempatkan dan mengumpulkan kita semua di JannahNya. Aamiin ya Rabbal'alamiin....

    BalasHapus

Posting Komentar

Thank you for visiting

Postingan populer dari blog ini

Career switch: A regret, no?

Setelah lebih dari dua tahun gue memutuskan untuk memulai karir pekerjaan dengan menjadi seorang SEO content writer, this month I'm officially signing out . Keputusan ini sebenarnya udah lama pengen gue buat, tapi banyak pertimbangan yang harus gue pikirin sebelum mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari pekerjaan gue.  Apakah gue menyesal untuk resign ? Nggak. Gue ngambil keputusan ini setelah melakukan diskusi yang matang dengan diri sendiri dan suami. Pengalaman selama bekerja ini sangat bermanfaat bagi gue yang awalnya buta dengan adanya job diversity yang ada di dunia ini, haha.  Gue pikir, pekerjaan itu ya sebatas di kantor atau yang punya titel profesi aja, contohnya dokter, dosen, perawat, petani, dsb. Ternyata setelah nyemplung disini, gue jadi tau kalau kita bisa dapat banyak kesempatan yang luas kalau kita bisa lihat peluang dan membuka mata lebar-lebar. Di tahun-tahun gue bekerja sebagai SEO content writer, pada akhirnya, gue menyadari bahwa ada yang hilang ...

Seputar Ilmu dan Teknologi Pangan (Food Science and Technology)

Assalamualaikum wr. wb. Hai bloggies! Ketemu lagi dengan saya di malam nan sendu dan syahdu habis ujan yang baru aja berhenti hehe. Nah, kali ini saya bakalan share sedikit nih tentang jurusan kuliah saya. Yap, Teknologi Hasil Pertanian program studi Ilmu dan Teknologi Pangan atau bahasa kerennya Food Science and Technology. Di tulisan ini, In shaa Allah saya akan share mengenai apa aja yang dipelajari di program studi ini, prospek ke depannya bagaimana, title yang didapat nanti apa dan masih banyak lagi. Saya niatin bikin tulisan ini udah lama banget tapi baru kesampaian sekarang karena alhamdulillah program studi ini peminatnya tiap tahun terus meningkat dan dicari! Wah, mantab kan? Yuk langsung aja kita bedah, Ilmu dan Teknologi Pangan! What is Food Science and Technology? Ilmu dan Teknologi Pangan atau dikenal dengan istilah Food Science and Technology mempunyai dua pengertian yang berbeda. Food science atau ilmu pangan adalah ilmu yang mempelajari tentang reaksi fisik...

Pilihan Terbaik

Aku punya banyak mimpi-mimpi yang hampir mustahil untuk aku tuliskan dalam selembar kertas. Tapi, kata orang...Mimpi itu harus ditulis. Soalnya, kalo nggak ditulis, nanti mimpi itu hanya tersimpan dalam angan. Sementara, kalau ditulis, mimpi itu akan selalu terlihat oleh mata. Kemudian, ia menjadi cambuk diri untuk terus semangat mewujudkan satu per satu darinya. Memang benar adanya. Aku mulai mencoba menulis satu per satu mimpiku di selembar kertas. Walau sifatnya short period , tapi aku tipikal yang saat ini mencoba untuk menulisnya dan menempel mimpi-mimpi yang aku tulis di kertas di dinding tepat di depan kasurku. Jadi, ketika aku bangun, aku akan selalu ingat bahwa mimpi-mimpiku itu menungguku untuk merealisasikannya. Singkat cerita, aku punya mimpi untuk menuntut ilmu di benua biru, yakni benua Eropa. Mimpi yang mustahil bagi sebagian orang, bukan? Namun untukku, mimpi itu masih bisa aku gapai. Kenapa? Karena banyak orang-orang disekitarku yang bisa meraihnya. Tentu saja deng...